Dilalui Truk Trailer Angkut Paku Bumi Milik PT IKL untuk Proyek EMP, Puluhan Rumah Warga di 4 Desa Rusak

topmetro.news, Langkat – Dampak proses pembangunan proyek migas yang dilaksanakan PT Energi Mega Persada (EMP) Limited (Ltd) Gebang di pesisir pantai Desa Bubun Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, kembali dirasakan warga.

Informasi yang diterima topmetro.news dari beberapa warga yang rumahnya berada di sisi jalan desa yang selama ini sebagai jalur transportasi kendaraan proyek menuju lokasi proyek migas di Desa Bubun, mengatakan jika rumah mereka mengalami kerusakan.

Mereka menjelaskan, kerusakan rumah mereka itu akibat getaran kendaraan trailer pengangkut material paku bumi untuk proyek migas PT EMP.

Sebagaimana diketahui, 4 desa yang berada di jalur jalan menuju proyek migas PT EMP di Kecamatan Tanjung Pura, yakni, Desa Pantai Cermin, Desa Pematang Cengal, Desa Pekubuan, serta menuju titik akhir di Desa Bubun.

Kepala Desa Pematang Cengal Arusman, membenarkan bahwa banyak rumah warganya yang mengalami kerusakan akibat aktifitas masuknya truk trailer proyek tersebut. Namun, kades menjelaskan, rumah-rumah warganya yang rusak, sebahagian sudah didata pihak PT EMP.

“Iya benar Bang. Ada puluhan rumah warga yang rusak. Namun jumlah pastinya saya belum tau karena masih menunggu laporan dari masing-masing kepala dusun. Tapi, beberapa rumah warga yang rusak ada yang sudah diperbaiki,” terang Arusman, Jumat (9/10/2026).

Dia menjelaskan, pihaknya juga mendengar adanya rumah warga yang mengalami kerusakan di desa-desa lain yang jalannya dilalui truk proyek migas PT EMP.

Sementara itu, Kepala Desa Bubun Mirwan PA, juga membenarkan adanya kerusakan rumah warganya karena aktifitas truk trailer untuk proyek PT EMP.

“Iya Bang. Tapi sebagian rumah warga yang mengalami kerusakan, sudah didata. Kita juga masih menunggu laporan baru dari para kadus, Bang,” kata Mirwan.

Terpisah, pihak PT Energi Mega Persada Limited (EMP Ltd) Gebang, melalui Ronny Lilipaly selaku Field Coordinator atau Humas PT EMP Gebang, tidak menampik adanya aduan terkait kerusakan rumah warga.

“Warga yang mana? Tolong kasi data ke kita. Karena sedang berjalan perbaikan rumah-rumah warga yang terdampak akibat giat kita. Kalau mereka tidak melapor ke kadus atau kades, dan tidak diinfokan ke kita, ya kita tidak tau,” ujar Ronny.

Dijelaskannya, terkait tanggungjawab perusahaan terhadap rumah warga yang rusak, tergantung dengan kesepakatan dengan masing-masing warga bersangkutan.

“Ada yang minta rumahnya diperbaiki, ya kita bawa tukang untuk diperbaiki. Ada juga yang hanya minta ganti uangnya saja. Apa yang disampaikan para kades benar. Memang (kerusakan rumah) pasti kita akan perbaiki, apabila memang terdampak akibat giat kita. Kita juga masih menunggu data baru rumah warga yang terdampak,” tutupnya melalui chat WhatsApp, Jumat (9/10/2026).

Sementara itu, General Manager PT Istana Karang Laut (GM PT IKL) Jayusman, yang sejak awal merupakan salah satu kontraktor pelaksana (konsorsium) dalam proyek pembangunan staging eksplorasi migas dan pipa gas bumi milik PT Energi Mega Persada (EMP) Gebang Limited di Desa Bubun, membenarkannya.

“Baik Pak. Biasanya saya terima laporan langsung dari warga setempat atau kades dan kadusnya. Saya sudah kirim karyawan untuk mengecek. Karena saat ini saya sedang di Jakarta untuk off duty,” ujarnya singkat.

Warga di 4 desa yang menjadi korban terdampak atas kegiatan proyek migas PT EMP Ltd Gebang, berharap agar perusahan yang terlibat dalam proyek migas tersebut bersikap adil dan segera bertanggungjawab atas dampak kerusakan rumah mereka.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment